Minggu, 24 Juni 2012

MANUSIA DAN KEADILAN (TUGAS)


MANUSIA DAN KEADILAN

PENGERTIAN KEADILAN
Menurut Aristoteles:  

Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit., kedua ujung tersebut menyangkut 2 orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
Menurut Plato:           
Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga akan dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. 
Menurut Socrates:      
Keadilan diproyeksikan pada pemerintahan. Keadilantercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Menurut Kong hu cu: 
Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak dan ayah sebagai ayah. Kemudian raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu.
Menurut pendapat umum:
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban.
KEADILAN SOSIAL
 Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila “keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan social adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur.” Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan social dalam bidang ekonomi adalah dapat mencapai kemakmuran yang merata. Langkah-langkah menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terperinci:
Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan:
“sila keadilan social mengandung prinsip bahwa setiap orang Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hokum, politik, ekonomi dan kebudayaan.”
Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (ekaprasetia pancakarsa) sicantumkan ketentuan sebagai berikut: 
“dengan sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social dalam kehidupan masyarakat Indonesia.”
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni:
1.      perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.      Sikap adil terhaclap sesama. rnenjaaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.      
3.      sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4.      sikap suka bekerja keras         
5.      sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahleraan bersama
 BERBAGAI MACAM KEADILAAN
a.       Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.    
Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang
selaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud
dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
b.       Keadilan Distributif 
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.
c.       Keadilan Komutatif  
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.




MANUSIA DAN CINTA KASIH (TUGAS)


MANUSIA DAN CINTA KASIH

Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Dengan denikian dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.
Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara cinta dan nafsu adalah :    
- Cinta bersifat manusiaw, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang, sedangkan   pada binatang terbats pada naluri untuk melindungi.           
- Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan dorongan seks semata.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.      
Dalam buku seni mencintai karya Erich Fromm bahwa cinta itu memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang terpenting dalam hal member adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama lain.
Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu, pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karena itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Cinta yang ideal adalah cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan. Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst. Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul, dsb.
Manusia dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa cinta kasih.
Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata cinta dan kasih tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling memiliki, dan rasa saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.
Semuanya dengan adanya rasa cinta dan kasih didalamnya, maka cinta semakin kekal dalam pencitraannya. Cinta pertama di awal dari Adam dan Hawa, kemudian dilanjutkan oleh Rama dan Sinta, dan cinta itu dibawa mati oleh Romeo dan Juliet. Dengan demikian cinta selalu ada awal dan ada akhir. Namun cinta tak akan pernah musnah.

Hubungan manusia dan cinta kasih terhadap kehidupan manusia

Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain. Coba bayangkan jika anda sebagai manusia hidup individualisme atau penyendiri.
Mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan memuakkan, terjadi banyak kericuhan akibat dari individualisme karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain karena menyangkut individu. Dengan adanya individualisme bisa di bayangkan oleh para pemuda semua akan terasa sepi, tidak ada yang menggajak bermain, nongkrong , atau sekedar jalan jalan bersama kawan.
Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan. Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras. Cinta kasih kepada manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari cintah kasih antara sesama manusia. Seperti contohnya seorang sahabat yang selalu menemani disetiap saat dan rasa simpati dan empati muncul karena adanya cinta kasih antara sesama manusia.
Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membuat manusia itu berdarah dingin dan tidak perduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Manusia dan cinta kasih tidak dapat di pisahkan karena sesuatu hal yang penting dan misalnya terpisahkan maka dunia ini tidak seindah hari ini.

MANUSIA DAN HARAPAN (TUGAS)

MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Darto seorang mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas psikologi, ia belajar  dengan rajin dengan harapan agar sewaktu ujian semester ia memperoleh nilai A.
Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat dua dorongan, yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup. Menurut Abraham Maslow kebutuhan hidup manusia dibagi menjadi 5, yaitu;
1.   Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.   Harapan untuk memperoleh keamanan
3.   Hak untuk mencintai dan dicintai
4.   Harapan diterima lingkungan
5.   Harapan memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.
HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya harapan adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada. Mengutip pandangan dan teori A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality,  menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, serta emosi seseorang. Kebutuhan individu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a) Kebutuhan Organik Individu :
1. Kebutuhan individu bernilai positif.
2. Kebutuhan individu bernilai negatif.
b) Kebutuhan psikologi individu :
1. Kebutuhan psikologi indifidu bersifat positif.


MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang bermacam-macam.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup berikutnya ditempat tersebut juga akan mendapatkan kebahagiaan. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa “hari esok lebih baik dari pada hari ini dan menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk meraih masa depan yang lebih baik”, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Manusia memiliki kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi kebutuhan hidup yang bersifat kebendaan, sedangkan kebutuhan rohaninya dicukupi dengan hal-hal yang sifatnya rohani, khususnya keagamaan. Ada manusia yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi sehingga manusia tersebut hanyalah memuaskan diri pada semua kenikmatan jasmaninya. Ada pula manusia yang pandangan hidupnya justru sebaliknya. Agama Islam mengajarkan manusia tidak hanya mengejar kebutuhan yang bersifat duniawi saja, tetapi juga bersifat ukhrowi (kehidupan akhirat).
Semakin tinggi kesadaran kehidupan beragama seseorang, maka semakin yakinlah mereka, bahwa semua manusia akhirnya akan meninggal dan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang serba gemerlap akan ditinggalkan dan akan hidup di dalam akhirat yang abadi.
Bagi orang atheis dengan pandangan matrealistis, mereka tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka mati bukan karena rohnya kembali kepada Tuhan, tetapi karena jantungnya berhenti berdenyut. Sebaliknya, bagi yang percaya pada Tuhan, meyakini bahwa seseorang yang meniggal akan kembali kepada asalnya, yaitu Tuhan.
Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan abadi setelah orang meninggal, manusia menjalankan ibadahnya. Ia menjalankan perintah Tuhan melalui agama, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan berdaya terhadap kekuasaan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkan demi kehidupan abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terkhir manusia.

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN (tugas)

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN




              Ilmu Budaya Dasar, dalam bahasa Inggris disebut Basic Humanities merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji maalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah manusia tidak dapat dipisahkan dari masalah budaya atau pengetahuan budaya yang juga disebut sebagai humanioraHumaniora adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan membuat manusia menjadi lebih manusiawi (humanior), dalam pengertian manusia lebih berbudaya.


Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa definisi kebudayaan :   
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran     
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi       
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,         budaya daerah dan budaya nasional         


Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan :

1. Sistem Religi/ Kepercayaan           
2. Sistem organisasi kemasyarakatan 
3. Ilmu Pengetahuan  
4. Bahasa dan kesenian                      
5. Mata pencaharian hidup     
6. Peralatan dan teknologi     

Sastra (Sansekerta, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.


Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. 
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak.           
Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka. Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat. Elemen-elemen kearifan budaya lokal kita didominasi oleh ajaran.      
Ilmu budaya dasar yang nama sebenarnya adalah Basic Humanities, yaitu berasal dari bahasa Inggris yakni the humanities. Istilah ini berasal pula dari bahasa latin Humanus yang artinya manusiawi, berbudaya dan halus. Seni sangat berkaitan erat dengan masalah kemanusiaan. Karena seni adalah ekspresi yang bersifat tidak normatif, menjadikan seni lebih mudah berkomunikasi. Oleh sebab itu nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Sebab masalah kemanusiaan merupakan masalah yang sangat penting, yang perlu diperhatikan oleh kita semua.   
Sebagai bagian dari seni, yang lebih menekankan pada cerita. Mau tidak mau karya sastra ini langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain dalam Prosa Fiksi mengandung beberapa nilai yaitu: 
1.  Memberikan kesenangan   
2.  Memberikan informasi      
3.  Memberikan warisan cultural        
4.  Memberikan keseimbangan wawasan

Ada juga tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra dan karya sastra, yaitu : 
1.  Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode   tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.      
2. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
3. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.


Jumat, 06 Januari 2012

teknologi dan kemiskinan

TEKNOLOGI INFORMASI KURANGI KEMISKINAN

Order jumlah kodok dan per-mintaan produksi melon yang meningkat paska masuknya program Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi (T1K) di sebuah desa apakah dapat menjadi indikator keberhasilan program masuknya TIK di suatu daerah? Pertanyaan ini tidak sulit dljawab, tetapi sulit untuk diberikan penilaian. Hampir semua peserta workshop (termasuk pe-nulis) yang diselenggarakan UNDP dan Bappenas dalam acara e-Indonesia Ini tiatives di Kampus ITB Bandung, 3 s/d 4 Mei 2006 lalu ragu menjawab pertanyaan ini, kecuali si pelaksana program? Jika pemanfaatan TIK dan akses ke internet telah berlangsung di desa tidak serta merta dianggap sebagai keberhasilan, lalu bagaimana mengukur keberhasilan suatu program TIK?
Persoalan kesenjangan digital di Indonesia tidak dapat diselesaikan dengan hanya menyediakan infrastruktur untuk 43.000 desa yang tidak terakses internet atau merealisasikan keberadaan komputer di 52.000 sekolah di Indonesia. Kita cukup kagum dengan statemen Iklan Layanan Masyarakat Telkom internet goes to school yang menyatakan ribuan desa sudah terakses ke internet. Akan tetapi infrastruktur tidak menjadi akhir dari suatu program. la hanyalah alat untuk merubah pola pikir masyarakat. Tentunya perubahan pola pikir agar masyarakat agar mau memanfaatkan TIK guna kepentingan pribadi atau kelompok merupakan hal yang sangat sulit diukur. Namun terjadinya pengurangan kemiskinan di masyarakat dapat menjadi indikator keberhasilan program TIK.
Pertanyaan apakah order kodok dan buah melon yang meningkat dapat menjadi indikator keberhasilan masuknya TIK di desa ternyata harus berpulang kepada indikator baseline sosial ekonomi masya rakat yang dapat menjadi acuan pra dan
dan paska intervensi masuknya TIK.
Rekan-rekan yang bekerja di proyek percontohan masuknya TIK di desa dapat berdalih bahwa program yang dilakukan tidak dapat diukur secara kuantitas. Pendekatan Ethnographic Action Re search (EAR) dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan perlunya data sekunder. Bahwa argumen keberhasilan seharusnya dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam program masuknya TIK di desa menjadi perdebatan yang tidak akan kunjung usai jika dihadapkan dengan pihak lain. Penyelenggara pemerintahan I dan pembuat kebijakan tentunya akan sulit 1 untuk memberikan persetujuan program | jika tidak ada bukti suatu program berhasil atau tidak berdasarkan besaran kuantitas. Indikator nasional untuk mengukur apakah keberhasilan suatu negara dapat dilihat pada Human Development Indeks (HDI). Indonesia berada pada urutan 111 dari 177 negara pada tahun 2004. Adapun | indikator pengukuran dalam HDI selain I besaran standar pendapatan kotor ma syarakat adalah lamanya harapan hidup, tingkat buta huruf dan gabungan rasio mereka yang masuk sekolah dasar, me-nengah dan atas.
Besaran HDI dapat digunakan ditingkat lokal masyarakat sasaran proyek percontohan untuk masuknya TIK. Mantri statistik yang berada di kecamatan tentu nya dapat diberdayakan untuk membuat baselinesebelum program percontohan dijalankan. Baseline demografi desa dan indikator indikator lain tentunya dapat diolah kembali untuk kepentingan peng ukuran keberhasilan masuknya TIK di desa.
TIK untuk Pengurangan Kemiskinan (Information Communication and Teleco-munication for Poverty Reduction di-singkat ICT4PR) demikian bunyi program kerjasama Bappenas dan UNDP yang tengah dilakukan di 7 desa di Indonesia.
Suatu pendekatan yang tepat dimana masuknya TIK didukung dengan ke beradaan antropolog dengan nama info-mobilizer yang membantu masyarakat untuk memetakan potensi masyarakat itu sendiri. Dengan dukungan infomobilizer proses pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensinya sendiri dapat terealisasi. Masyarakat yang diberdayakan kemudian menuju tempat TIK untuk mengakses internet. Hasilnya mereka dapat menjual sumberdaya yang dimiliki seperti kodok dan melon secara intensif. Manfaat akan TIK dirasakan oleh masya rakat itu sendiri dan masyarakat sendiri yang menilai program TIK dinyatakan berhasil.
Cerita sukses suatu program penetrasi TIK ke desa tentunya butuh waktu pan-jang untuk dinilai berhasil atau tidak. Ada kekhawatiran jika proyek percontohan selesai, maka cerita sukses suatu desa akan ikut tamat. Keberlangsungan (suistanable) • suatu proyek dipertanyakan jika berasal dari pemerintah. Keberhasilan program penetrasi TIK kedesa dapat menjadi bahan
replikasi program sejenis secara misal di seluruh Indonesia.
Berhubung program percontohan masuknya TIK ke desa menggunakan idiom pengurangan kemiskinan, maka diperlukan indikator tentang kemiskinan. Dalam skala nasional selain indikator HDI terdapat jugaHuman Poverty Index (HPI). Indikator yang digunakan hampir mirip dengan HDI. HPI menggunakan indikator kemungkinan hidup hingga usia 40 tahun untuk menggambarkan harapan hidup, tingkat melek huruf untuk usia 15 tahun keatas, persentase mereka yang tidak menggunakan air bersih, dan persentase berat bayi tidak normal hingga usia 5 tahun.
HDI dan HPI merupakan besaran skala nasional akan tetapi bisa diturunkan ditingkat lokal dimana proyek percontohan masuknya TIK berlangsung. Jumlah orang miskin di sejumlah negara berkembang di Asia mencapai 760 juta jiwa. Di Asia tingkat kemiskinan Indonesia mendapat skor 18% lebih baik dari Mongolia, Vietnam, Myan-mar, India, Laos, Pakistan, Bangladesh, Kamboja atau Nepal. Posisi yang lebih baik
Di Asia tingkat kemiskinan Indonesia mendapat skor 18% lebih baik dari Mongolia, Vietnam, Myanmar, India, Laos, Pakistan, Bangladesh, Kamboja atau Nepal. Posisi yang lebih baik dari Indonesia dimiliki Srilanka, Maldives, Cina, Philipina, Thailand dan Malaysia
dari Indonesia dimiliki Srilanka, Maldives, Cina, Philipina, Thailand dan Malaysia. Setiap negara tengah mengupayakan laju infrastruktur dan program TIK masuk ke desa untuk mengurangi kemiskinan. Meski ada banyak varian yang dapat mem-pengaruhi skor indek HPI suatu negara, akan tetapi ia dapat juga digunakan untuk melihat kemajuan program pemerintah di bidang TIK.
Merujuk hasil pertemuan WSIS Asia Pasifik tahun 2003 ditekankan pentingnya peranan TIK dalam mencapai target Milineum Development Global. Penasehat khusus UNDP Mr Denis Gilhooly meng-ungkapkan bahwa adalah sangat sulit untuk menggapai MDG tanpa adanya inovasi, penetrasi dan aplikasi TIK.
Jika keberlangsungan program-program percontohan TIK di masyarakat masih diragukan keberlanjutannya, maka bisnis model dalam bentuk warung-warung internet murni swasta agar masuk ke desa perlu digalakan. Kemitraan dengan aso-siasi yang berhubungan dengan internet perlu dijadikan prioritas untuk menyebar-
kan TIK. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk rental komputer dapat menjadi cikal bakal masuknya TIK ke desa. Jika pemerintah memberikan kemudahan akses internet untuk UMKM ini, maka mereka dapat membantu men-sukseskan penetrasi TIK ke desa. Karena infrastruktur sendiri harus ditopang dengan kesiapan masyarakat itu sendiri, maka untuk menciptakan supply and demandoperator TIK di desa harus rajin melakukan sosialisasi kegunaan TIK. Fungsi mereka hampir mirip dengan etnografer atau infomobilizer program percontohan. lika bisnis model ini berjalan, maka masuknya TIK ke desa dan keber lanjutannya dapat dipertahankan sesuai hukum pasar.
Program program masuknya TIK ke desa banyak dilakukan pihak pemerintah, donor atau swasta. Ada yang bermain di hulu dengan menyediakan program PC baru tapi murah, layak pakai, dan ter-jangkau. Ada yang bermain di hilir dengan memberikan fasilitas ke masyarakat dengan harga murah bahkan gratis. Warintek milik BPPT misalnya merupakan perpustakaan yang dapat membantu masyarakat kota dan desa untuk melek komputer. Warung internet gratis yang baru diluncurkan pihak PT Pos Indonesia tentunya juga dapat mendorong pemanfaatan infrastruktur lebih leluasa untuk masyarakat. Belum lagi program Universal Obligation Service (USO) yang memungkinkan desa men-dapatkan akses TIK dalam waktu dekat. Namun setelah infrastruktur itu masuk ke desa, maka pertanyaan klasik akan muncul kembali apakah masuknya TIK telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dapatkah ia mengurangi kemiskinan di pedesaan ?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More